Keuntungan Menggunakan Jasa Warehouse & Fulfillment

barang yang sedang ingin di kemas

Istilah jasa warehousing dan jasa fulfillment sering kali digunakan secara bergantian seakan-akan keduanya adalah hal yang sama. Tetapi sebenarnya keduanya itu adalah dua hal yang berbeda.

Walaupun berbeda, baik layanan warehousing maupun fulfillment sama-sama timbul karena adanya kebutuhan akan aktivitas bisnis yang lebih cepat dan efisien, baik dari segi tenaga dan biaya. Tetapi apakah anda tau perbedaan kedua jasa ini?

Jasa Warehousing

Jasa warehousing adalah jasa yang disediakan untuk penyimpanan produk atau barang dalam periode waktu yang panjang. Biasanya penyedia jasa ini memilki pusat penyimpanan berkapasitas besar agar bisa menyimpan persediaan barang dalam jumlah besar.

Biasanya, jasa warehousing dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis, terutama bisnis e-commerce. Meski begitu, ada juga bisnis ritel offline yang memanfaatkan jasa ini untuk menyimpan kelebihan stok barang yang tidak bisa ditampung di gudang mereka sendiri.

Jasa Fulfillment?

Sementara itu, jasa fulfillment tak sekadar menyediakan warehouse sebagai ruang penyimpanan stok barang, tapi juga untuk membantu memenuhi pesanan pelanggan bisnis e-commerce. Dengan begitu, jasa fulfillment Indonesia bertujuan untuk tak hanya melayani pelaku bisnis e-commerce yang menggunakan jasanya, tapi juga pelanggan bisnis tersebut.

Dengan begitu, fulfillment service adalah jasa yang bertugas untuk menyelesaikan proses fulfillment sebuah bisnis e-commerce. Perusahaan yang menyediakan layanan ini akan menangani seluruh proses fulfillment, mulai dari manajemen persediaan hingga pengiriman pesanan ke tangan pelanggan.

Baca juga: Fulfillment dan e-Fullfilment.

Perbedaan Jasa Warehousing dan Fulfillment

1. Penyimpanan jangka pendek dan jangka panjang.

Di dalam jasa fulfillment, terdapat fungsi warehousing sebagai bagian dari aktivitas dan fungsinya. Dengan begitu, aktivitas dari perusahaan layanan fulfillment tak hanya terbatas pada pergudangan, tapi sampai dengan penyiapan barang untuk dikirim dan pengirimannya. Sementara itu, jasa warehousing terbatas untuk menjalankan peran sebagai solusi pergudangan saja.

Meskipun layanan fulfillment jelas lebih praktis, kamu juga perlu pastikan bahwa stok barang disimpan tidak terlalu lama di dalam gudangnya. Kalau begini, kamu bisa terbebani oleh biaya warehousing yang terlalu tinggi karena stok yang tersimpan lama.

2. Aktivitas Operasional

Lain dengan jasa warehouse yang lebih “pasif”, jasa fulfillment punya aktivitas bisnis yang lebih beragam, mengalir, dan kompleks. Soalnya, layanan fulfillment mencakup:

  • Penerimaan persediaan barang.
  • Pembuatan daftar dan pengambilan produk sesuai pesanan pembeli.
  • Merangkai dan merakit produk.
  • Pengemasan dan penempelan label pengiriman.
  • Pengiriman.
  • Pengelolaan retur barang.

3. Frekuensi Penjemputan Oleh Jasa Pengiriman

Biasanya, fulfillment service menjalin kerjasama dengan berbagai jasa pengiriman. Karena jasa fulfillment Indonesia umumnya beroperasi untuk memenuhi pesanan langsung ke pelanggan begitu pesanan diterima, sehingga mereka juga perlu memastikan bahwa pesanan langsung dijemput pihak jasa pengiriman dengan segera. Minimal, pihak ekspedisi akan melakukan penjemputan setiap hari.

Sementara itu, jasa warehousing umumnya membutuhkan penjadwalan penjemputan barang yang belum tentu dilakukan setiap hari. Pasalnya, pengelola layanan warehousing bisa melakukan efisiensi biaya jika mereka bisa memenuhi target pesanan dikemas terlebih dahulu, baru mereka menjadwalkan penjemputan atau mengantar paket ke kantor jasa pengiriman. Ditambah lagi, layanan warehousing terbatas hanya pada pengelolaan dan manajemen stok persediaan saja.

Leave a Reply