Tahapan Order Fulfillment

tahapan order fulfillment

Kegiatan perdagangan sudah menjadi favorit banyak orang. Hal ini tidak terlepas dari berkembangnya teknologi informasi berupa media sosial, marketplace, dan e-commerce. Keberadaan ruang online untuk berdagang tersebut menjadikan setiap orang memiliki akses yang luas dalam kegiatan jual-beli. Perkembangan teknologi informasi mempengaruhi kebiasaan masyarakat dalam berbelanja, dari yang bersifat offline kini menjadi online.

Salah satu kunci untuk sukses yang harus dimiliki para pedagang adalah untuk memenuhi pesanan pelanggan. Dalam bisnis hal ini disebut order fulfillment atau dalam Bahasa Indonesianya diartikan sebagai pemenuhan pesanan. Disini akan kita bahas seperti apa tahapan order fulfillment.

Tahapan Order Fulfillment

Order fulfillment itu tidak hanya menyangkut kemampuan toko atau penjual untuk memenuhi permintaan pelanggan. Order fulfillment juga terkait tahapan dalam proses pesanan tersebut sampai diterima pelanggan. Berikut adalah tahapan order fulfillment yang dimaksud.

  1. Pelanggan melakukan pemesanan dan pembayaran atas suatu produk (tahap order).
  2. Melakukan verifikasi pembayaran oleh penjual. Biasanya verifikasi dilakukan secara otomatis dan penjual tinggal menerima laporan status pembayaran.
  3. Penjual melakukan pemeriksaan ketersediaan stok untuk kemudian memberi notifikasi ke pelanggan, apakah stok tersedia sehingga bisa diproses atau stok habis sehingga pemesanan harus dibatalkan.
  4. Pengambilan produk pesanan di lokasi penyimpanan.
  5. Proses pengepakan produk pesanan.
  6. Pengiriman/delivery barang ke konsumen.
  7. Penerimaan barang oleh konsumen.

Diantara proses pemeriksaan ketersediaan stok dan pengambilan produk di lokasi penyimpanan, toko juga akan melakukan kegiatan perhitungan stok inventory. Ini dilakukan untuk menentukan apakah stok barang atau inventory diisi kembali atau menambah produksi untuk mengganti pengurangan stok untuk pemenuhan pesanan. Selain itu jika barang berada di tempat berbeda dari lokasi pesanan, maka toko atau penjual akan menentukan lokasi warehouse tempat pesanan akan dipenuhi.

Warehouse

Warehouse sendiri dalam sebuah order fulfillment memegang peranan penting. Aktivitas warehouse bekaitan langsung dengan proses pemenuhan pesanan pelanggan, yakni penerimaan barang, penyimpanan barang, pengambilan barang, pengepakan barang, dan mengelola pengiriman. Oleh karena itu, operasional warehousing haruslah akurat, cepat, fleksibel, namun juga efisien secara biaya. Selain itu, penggunanaan teknologi di warehouse juga tidak bisa dipungkiri karena zaman menuntut hal tersebut jika perusahaan tidak ingin tertinggal dan kalah bersaing.

Dalam kondisi tertentu, mungkin pula barang yang sudah diterima konsumen ternyata tidak bisa diterima konsumen lantaran beberapa alasan, seperti barang rusak dalam pengiriman atau barang tidak sesuai pesanan. Hal ini menjadikan penjual harus melakukan pengelolaan barang retur.

Berbagai tahapan dalam order fulfillment seperti yang dijelaskan di atas juga membuktikan bahwa diperlukan proses yang terintegrasi dan terkoordinasi baik antar departemen di perusahaan. Tak hanya di dalam perusahaan, diperlukan pula koordinasi antar perusahaan yang terlibat dalam supply chain. Perlu diketahui pula bahwa tahapan order fulfillment sifatnya bervariasi. Hal ini tergantung pada karakteristik produk, model bisnis, dan model operasi masing-masing toko atau perusahaan.

Model Operasi Order Fulfillment 

Meskipun tidak sama persis antar toko atau perusahaan, tetapi model operasi order fulfillment punya bentuk umum yang bisa dijelaskan sebagai berikut.

  1. ETO alias Engineer To Order. Model ini maksudnya adalah produk dirancang secara costum atau sesuai dengan keinginan pelanggan. Contoh dari ETO adalah kapal, komputer untuk militer, prototype mesin baru, dan lain-lain.
  2. MTO alias Make To Order. Model ini maksudnya adalah produk baru akan dibuat jika benar-benar sudah ada pesanan dari konsumen. Contoh produk: komponen mesin, komputer untuk riset, dan lain-lain.
  3. ATO alias Assemble To Order. Model ini maksudnya adalah produk yang dibuat merupakan rakitan dari berbagai komponen. Contoh produk: automobile, elektronik, komputer komersil, restoran fast food yang menyediakan beberapa paket makanan, dan lain-lain.
  4. MTS alias Make To Stock. Model ini maksudnya adalah produk-produk yang standar dan diproduksi untuk mengisi stok inventory.
  5. DC alias Digital Copy. Model ini maksudnya adalah produk-produk yang diperoleh dengan cara pengunduhan digital dan inventory-nya dihasilkan dari digital master.

Terkait dengan perdagangan online, maka bisa dikatakan bahwa model operasi order fulfillment yang paling umum adalah bentuk Make To Order dan Assemble To Order.


Tak bisa dipungkiri bahwa order fulfillment yang baik menjadi kunci keberhasilan bisnis perdagangan. Dibutuhkan performa yang baik terkait pemenuhan pesanan ini agar pelanggan tidak memalingkan pilihannya dari toko atau perusahaan Anda. Meskipun begitu, Anda juga harus tetap mengantisipasi berbagai kendala yang bisa terjadi seperti pembatalan order hingga kerusakan barang pesanan.

Baca juga: Manfaat dan Pentingnya Jasa Fulfillment Untuk Bisnis Online

Leave a Reply