Warehouse

Setiap perusahaan manufaktur dan perusahaan yang bergerak di bidang logistik, keberadaan warehouse ini memang merupakan bagian yang sangat penting. Warehouse berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan mentah atau material produksi dan barang jadi.

Di berbagai kota besar atau wilayah perkotaan biasanya terdapat jasa penyewaan warehouse. Apabila perusahaannya tidak memiliki tempat untuk menyimpan barang atau bahan material produksinya. Karena di wilayah perkotaan semakin minim lahan yang tersedia.

Bagi anda yang merencanakan untuk memiliki warehouse sendiri, alangkah baiknya membaca penjelasan artikel di bawah ini tentang perencanaan layout warehouse terbaik. Sehingga anda akan mendapatakan informasi-informasi yang tidak anda ketahui sebelumnya.

warehouse gudangku.id

Pengertian Warehouse

Warehouse adalah sistem pergudangan yang digunakan oleh perusahaan untuk menyimpan barang.

Warehouse merupakan bagian penting dalam supply chain management (SCM) atau rantai pasokan. Di dalam warehouse, banyak terjadi aktivitas seperti penerimaan barang dan pengeluaran barang dari warehouse (unloading).

Jika warehouse difungsikan untuk menyimpan barang, maka sistem pergudangan tersebut akan menyusun produk barang jadi, dan merapikannya sesuai dengan type produk barang jadi. Hal ini berguna agar saat dilakukan pencarian barang, barang mudah ditemukan.

Sistem warehouse harus diperhatikan, agar perusahaan dapat berkembang dan bersaing dengan baik, karena warehouse berhubungan secara langsung dengan barang yang akan disimpan dan didistribusikan pada konsumen nantinya.

Fungsi Warehouse

Dalam konteks supply chain management, warehouse atau sistem pergudangan, memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Menyimpan produk agar lebih efektif.
  • Menyediakan informasi mengenai status serta kondisi barang atau persediaan yang disimpan di gudang.
  • Memudahkan pencarian produk serta mengorganisir setiap type produk yang ada di gudang.

Sistem Penyimpanan Barang di Warehouse

Pada perusahaan manufaktur sistem penyimpanan barangnya mempunyai dua jenis, yaitu sistem make to order dan sistem make to stock. Berikut adalah penjelasannya:

  • Make to order: Sistem warehouse yang dilakukan pada saat perusahaan menerima permintaan konsumen dalam jumlah banyak. Departemen produksi akan memprioritaskan alur penjualan dari pesanan konsumen tersebut terlebih dahulu dibandingkan memproduksi barang yang belum ada pemesannya.
  • Make to stock: SIstem warehouse yang dilakukan perusahaan dengan menyimpan produk barang jadinya agar saat konsumen ingin membeli produk, produk tersebut sudah tersedia di gudang. Perusahaan akan melakukan produksi pada saat persediaan stock sudah hampir habis (batas minimum stock) dengan menambahkan type produk tersebut kembali ke gudang.

Jenis-jenis Warehouse

Dalam suatu pabrik, jenis warehouse atau gudang dapat dibedakan berdasarkan karakteristik barang yang akan disimpan yaitu:

  • Raw material storage atau stock room: Warehouse yang digunakan untuk menyimpan setiap barang atau material yang dibutuhkan untuk proses produksi. Raw material bisanya disimpan di dalam bangunan pabrik (indoor). Ada juga jenis-jenis bahan tertentu yang bisa ditempatkan di luar bangunan (outdoor) sehingga dapat menghemat gudang.
  • Working process storage: Tempat penyimpanan barang atau material yang sedang dalam proses pengerjaan. Biasanya kita menemui jenis tempat penyimpanan ini di sebuah industri manufaktur dimana material tersebut harus melalui beberapa macam operasi dalam pengerjannya. Material produksi tersebut harus menunggu sampai mesin atau operator berikutnya siap mengerjakan.
  • Finished goods storage: Yaitu warehouse yang memang digunakan untuk menyimpan produk-produk yang telah selesai dikerjakan.

Perencanaan Layout Warehouse yang Baik

Sistem pergudangan atau warehouse harus dirancang dengan baik agar utilitas ruang dapat bekerja secara maksimal. Selain untuk meminimalisasi biaya material handling, sistem pergudangan yang baik dapat berpengaruh terhadap keefektifan proses penyimpanan barang.

Ada beberapa metode yang dapat digunakan perusahaan dalam melakukan perancangan tata letak warehouse. Metode yang dapat dipakai pada perusahaan dalam perancangan tata letak warehouse yaitu:

  • Dedicated storage: Metode tata letak penyimpanan produk dengan menempatkan setiap produknya di warehouse pada bagian ruang penyimpanan yang tetap.
  • Class based storage: Metode tata letak penyimpanan produk yang membagi produk tersebut menjadi tiga kelas A, B, dan C berdasarkan pareto analysis dengan memperhatikan jenis maupun ukuran dari produk tersebut.
  • Shared storage: Metode tata letak penyimpanan produk dengan menggunakan prinsip FIFO (First In First Out) dimana produk yang akan segera dikirimkan ke konsumen diletakkan pada ruang yang terdekat dengan pintu keluar-masuk (I/O).
  • Continuous warehouse: Metode tata letak penyimpanan produk dengan menempatkan produk yang sudah memasuki periode waktu antar pemesanan. Jadi pada metode ini menggunakan prinsip make to order, yaitu penyimpanan barang berdasarkan pesanan produk yang diminta pelanggan. Selain itu, metode continuous warehouse ini juga memperhatikan besarnya persediaan (stock) maksimum serta stock minimum agar dapat meminimalkan biaya yang dikeluarkan perusahaan.

Manfaat Penataan Warehouse

Manfaat yang dapat diperoleh ketika tata letak warehouse dirancang dengan baik yaitu:

  • Perusahaan dapat meningkatkan performansi kerja di dalam warehouse finished goods.
  • Operator material handling seperti forklift tidak harus keliling saat proses penyimpanan dan pengeluaran barang jadi di warehouse.
  • Utilitas atau daya guna warehouse semakin tinggi.
  • Pekerjaan di bagian warehouse akan menjadi lebih optimal.

Contoh proses yang terjadi di gudang disini.

Leave a Reply